Home / News

Kamis, 10 Maret 2022 - 15:11 WIB

Produksi LIBERIKA MUNTALA, Rudi Dan Riko Dorong Kemandirian Pemuda

Tahtanews.com – Banyaknya anak muda (Millenial dan Gen Z) dalam usia produktif (hampir separuh dari total populasi di Indonesia), tidak sebanding dengan semangat produktivitas dan kemandiriannya.

Masih ada yang sekedar “menadahkan tangan ke negara” dan menunggu “tawaran kerja” atau menyodorkan diri ke “lapangan kerja”.

Padahal, realitas menunjukkan bahwa kemampuan negara, tawaran kerja, dan lapangan kerja masih sangat terbatas.
Berbeda dengan anak muda kebanyakan, dua pemuda asal Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) ini memilih jalan berwirausaha untuk meningkatkan produktivitas dan kemandiriannya. Rudi Candra dan Riko Agustian memilih membaca peluang usaha agar tidak terjebak pada siklus “pasif, berharap dibantu negara, dan dipanggil atau diterima kerja”.

Bagi mereka berdua, berupaya membangun usaha sendiri hingga membuka lapangan kerja adalah pilihan lain yang cocok untuk anak muda dalam kondisi saat ini. Memang bukan sesuatu yang mudah untuk mulai berwirausaha, apalagi membuka lapangan kerja.

Tapi, “tidak ada sesuatu yang bisa dicapai tanpa langkah yang dimulai”, begitulah prinsip Rudi dan Riko, dua pemuda asal Pesisir Tanjung Jabung dalam membangun “LIBERIKA MUNTALA” sebagai salah satu Brand Kopi Liberika Terbaik di Tanjab Barat – Provinsi Jambi.

Kisah Riko dan Rudi dalam membangun usaha bisa dijadikan “cambuk” bagi pemuda agar mulai beraksi untuk memulai usahanya sendiri.

Rudi Candra, Pengusaha Muda Pecinta Liberika.

Pemuda yang sudah lama memiliki minat dalam membangun usaha kopi merupakan gambaran yang cocok untuk Rudi Candra. Pemuda yang akrab disapa Abu itu sudah sejak 7 tahun lalu bergelut di dunia kopi, mulai dari mengenal biji kopi, membuat minuman kopi, hingga membuat caffee (Coffe Shop).

“Kopi liberika adalah mutiara hitam yang ditanam bukan digali.” Ujar Rudi yang kerap di panggil Abu ini.

Baca Juga :  Bagian Hukum Setda Inhil Tidak Miliki Satupun Peraturan Bupati Terkait Keparkiran

Pengalamannya membuat ia semakin mengenali kopi, bahkan ia menjadi sangat mahir dibidang Roasting. Kelihaiannya memasak kopi membuat ia sering menjadi tempat konsultasi bagi siapa saja yang ingin memulai pembuatan atau membangun usaha per-kopi-an.

Tak heran, dari aktivitasnya yang konsisten serta berkeahlian membuat Abu diminta untuk menjadi pengurus dibeberapa kelompok/komunitas kopi di Tanjab Barat. Bahkan, Abu sering menjadi tempat mengadu bagi penggiat kopi saat menemukan jalan buntu.

Riko Agustian, Sang Barista Liberika.

Tidak berbeda dengan Abu, Riko Agustian juga dikenal sebagai pemuda yang banyak “menyelam di lautan kopi”, sehingga ia tahu betul apa saja yang ada di dalam minuman yang kaya kafein itu, bahkan ia tahu “dimana mutiara rasanya”.

Sang Barista, begitulah kerabat menyapa Riko. Sapaan itu tidak berlebihan, mengingat perjalanan panjangnya dalam membangun usaha Coffe Shop di Provinsi Jambi. Tidak hanya mengenal kopi, Riko bahkan bersedia dan sudah berkali-kali diminta untuk melatih para pemula untuk mengenal hingga membuat minuman kopi.

Sampai saat ini, Riko menjadi tempat curhat bagi penggiat kopi yang galau dimasa ta’aruf dengan jenis dan aroma kopi. Wajar saja, karena kemampuannya mengenalkan kopi (asalan, racikan, dan specialty) sudah terbukti.

Muntala Liberika.

Kopi Liberika mendapat tempat istimewa ditangan dua pemuda Tanjab Barat yang sangat mengenal kopi. Abu dan Riko, keduanya bertemu dalam visi yang sama untuk pengembangan Liberika.

Meski pengalaman dan pengetahuan mereka tempa masing-masing secara terpisah, tapi sejarah mempertemukan keduanya dalam satu semangat yang sama. Tidak butuh waktu lama, perbincangan mereka berdua membawa pada satu kesepakatan membangun usaha kopi.
Lahirlah Liberika Muntala, kopi yang diolah langsung dari tangan ahlinya. Kopi dengan cita rasa yang khas membuat Liberika Muntala memiliki tempat khusus di hati penikmatnya.

Baca Juga :  PMII Tanjabbar Diskusikan Transparansi APBD, Berikut Kelanjutannya

Saat ini Liberika Muntala hanya diproduksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik Tanjab Barat. Meski diproduksi terbatas, kopi “karya tangan“ Abu dan Riko itu juga memiliki penikmat di luar Tanjab Barat. Baru-baru ini, Liberika Muntala diproduksi sedikit lebih karena ingin memenuhi permintaan penikmat dari beberapa daerah.

“kami ada kirim ke Sulawesi, Jawa, Kota Jambi, Lampung, dan Palembang. Kalo untuk luar negeri kita sudah mengirim sample ke negara-negara seperti Jepang dan Singapura. Soalnya sudah lama sejak pertama produksi tidak kami kabulkan permintaannya. Ya, karena sedang fokus di pasar lokal (Tanjab Barat),” jelas Abu.

Beberapa Coffe Shop dan warung kopi yang ada di Kuala Tungkal-Tanjab Barat menjadi pelanggan rutin produk Liberika Muntala. Bahkan, penikmat kopi-pun sering membeli hanya untuk konsumsi pribadi di rumah.

“Kadang Caffee minta agak lebih untuk stok, tapi produksi kami batasi. Itu juga karena banyak individu yang mesan secara mendadak untuk ngopi di rumahnya,” jelas Riko.

Abu dan Riko berharap Liberika Muntala terus berkembangan dan mendapat tempat bagi masyarakat lebih luas. Mereka juga mendorong pemuda agar membaca dan mencari peluang untuk membangun usaha sendiri.

Bagi Abu, pemuda sudah seharusnya memikirkan usaha apa yang akan dibangun. Ia mengatakan bahwa saat ini jumlah generasi millenial ditambah generasi Z Tanjab Barat totalnya 50% lebih.

“163.066 anak muda yang di daerah kita, apakah semuanya harus mencari kerja? atau (kerja) ke perusahaan? Menurut saya mulailah berwirausaha,” kata Abu.

Share :

Baca Juga

Daerah

Pembangunan Perpustakaan Daerah Kabupaten Indragiri Hilir Dinilai Tak Sesuai Aturan
Lebaran

Daerah

Menjelang Lebaran! Masyarakat Parit 3 Membuat Makanan Khas Bugis

Daerah

Polres Inhil Bagikan Sembako untuk Panti Asuhan Puri Kasih Tembilahan

News

The Importance of Aboard Meeting Mins

News

Ireland Compared to nouvelles machines à sous gratuites sans téléchargement Portugal Playing Offer

Daerah

Heboh! Netizen Tembilahan Berkomentar Panas Tentang Penggunaan Lahan Parkir

News

Enjoy Online slots slot demo fafafa games For real Money

Daerah

Kondisi Gedung Olahraga Di Inhil Sangat Memprihatinkan