Home / Daerah / News

Selasa, 1 Juni 2021 - 16:22 WIB

Nelayan Kelurahan Betara Kiri Tidak Ke Laut, Ini Alasannya

Tahtanews.com Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) merupakan wilayah pesisir (dekat dengan laut), sehingga banyak penduduk yang memilih berprofesi sebagai nelayan. Salah satu bagian wilayah Tanjab Barat yang penduduknya berprofesi sebagai nelayan adalah Kecamatan Kuala Betara, Kelurahan Betara Kiri. Nelayan yang tinggal di Kelurahan Betara Kiri (Parit Deli) kebanyakan berfokus pada pencarian udang nenek (ketak).

Aktivitas para nelayan dalam mencari udang nenek ternyata memiliki waktu-waktu tertentu (tidak setiap saat), bahkan terkadang tidak turun ke laut karena faktor alam.

Salah satu faktor alam yang membuat nelayan tidak turun ke laut adalah karena kencang atau tidaknya arus pasang-surut. Dalam seminggu, ada beberapa hari yang tidak memungkinkan nelayan untuk ke laut, karena arus air tidak kondusif.

Para nelayan hanya mengandalkan arus air yang kuat saja, agar udang dan ikan dapat terdorong kemudian terjerat ke jaring (perangkap) yang nelayan bentangkan. Apabila arus air deras, maka nelayang langsung membentangkan jaringnya.

Baca Juga :  KOPFRAL Sukses Gelar Lomba Photography 2021, Ini Pemenangnya

Para nelayan Kelurahan Betara Kiri tidak ke laut menangkap udang nenek untuk beberapa hari kedepan sampai arus air kembali kuat.

Senin, (31/05/2021) M. Arsyad (20) pemuda yang berprofesi sebagai nelayan membenarkan, bahwa ia tidak turun kelaut karena sejak dini hari sampai empat hari kedepan arus air pasang-surut tidak kuat, sehingga jaring yang terbentang susah untuk menangkap udang nenek.

Dari hari senin tadi sampai kamis nanti kami tidak kelaut karena sudah perputaran air seperti ini. Kami nelayan tidak bisa apa-apa. Sebab air laut yang mengatur kami,” ujar Arsyad.

Arsyad menyebutkan bahwa, jika memaksakan untuk turun kelaut, maka tidak banyak udang yang dapat, dan akan mengalami kerugian. Tetapi, ada juga beberapa orang yang tetap turun kelaut, karena keyakinannya kepada Tuhan yang memberi rezeki.

Harga Udang Nenek Anjlok Di Masa Pandemi Covid-19, Ini Kata Nelayan Betara Kiri

Dampak dari Pandemi Covid-19 ini sangat mengguncang banyak bidang dalam kehidupan masyarakat, salah satunya adalah bidang perokonomian. Nelayan yang merupakan profesi bagian dari sektor perikanan, sangat merasakan dampak ekonomis dari pandemi Covid-19.

Baca Juga :  Hanya Ada Satu Nama Tunggal Calon Panglima TNI Dalam Surat Presiden

Nelayan udang nenek sangat berkaitan dengan aktivitas ekspor dan impor, karena udang nenek sebagai komoditas yang sangat laku dipasaran. Tapi, kondisi berubah setelah ada pandemi, yang membuat harga udang nenek anjlok.

Arsyad mengkhawatirkan, seperti kejadian waktu awal-awal pandemi covid-19, udang nenek seperti tidak ada harga.

Arsyad mengatakan bahwa terhitung sejak tadi siang, harga udang nenek turun sampai Rp. 30.000, per-ukuran udang yang besar atau jumbo. Padahal biasanya (sebelum pandemi), udang nenek dapat mencapai harga hingga Rp. 70.000, per-satu ukuran jumbo.

Saat itu sangat miris, harga udang nenek tidak laku sama sekali. Karena ekspor keluar negri tidak bisa menerima udang nenek dari Indonesia,” ungkap Arsyad.

Namun Arsyad berharap beberapa hari kedepan harga udang nenek dapat kembali naik, demi kelangsungan hidup para nelayan.

Share :

Baca Juga

News

Replace the Contact number On the https://22betapk.com/ Account & Exactly how It’s Utilized

Internasional

Pemerintah Arab Saudi Kecam Zionis Israel yang Merampok Hak Rakyat Palestina

Daerah

Bupati Inhil HM Wardan Sampaikan Usulan Ruas Jalan Prioritas Kepada Kementerian PUPR RI
IWSS - Tanjab Barat

News

IWSS Tanjab Barat Melakukan Maulid Nabi Muhammad SAW

Daerah

Jadi Presenter Berita Riau Televisi, Bupati Inhil HM Wardan Senang Dapat Pengalaman Baru

News

Menteri Agama : Kemenag adalah Hadiah Untuk NU

Daerah

Ketua TP-PKK Indragiri Hilir Terima Penghargaan MKK Dari BKKBN RI

Ekonomi

Bedah Rumah Presisi Polres Indragiri Hulu Untuk Janda Miskin, AKBP Alponso Letakkan Batu Pertama