BAHAYA MINUM TEH PANAS BAGI KESEHATAN TUBUH

TahtaNews.com_Teh panas merupakan minuman yang sangat sering dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Menurut Euromonitor International, sekitar 2,9 juta ton teh telah dikonsumsi pada tahun 2016. Kesehatan.

Di Indonesia sendiri, konsumsi teh  diperkirakan sebanyak 105.000 Ton pada tahun 2018. Hal ini tidak mengherankan, karena teh diyakini memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Karena teh memiliki efek antioksidan dari senyawa polifenol di dalamnya.

Namun, mengkonsumsi teh dengan suhu yang terlalu tinggi menjadi masalah bagi kesehatan. Hal itu diungkap oleh sebuah studi dari Universitas Peking di Beijing, Cina.

Hasil dari studi menemukan bahwa mengkonsumsi teh dengan suhu yang tinggi dapat mempengaruhi kesehatan seseorang, terutama pada kelompok yang memiliki risiko terkena penyakit serius.

Konsumsi teh dengan suhu panas tinggi berkolerasi dengan timbulnya kanker kerongkongan. Hal itu diungkap oleh Penulis utama Jun Lv, seorang mahasiswa doktoral dari Departemen Epidemiologi dan Biostatistik Universitas Peking.

Lv dan rekan melakukan penelitian mereka sebagai bagian dari National Science Foundation of China dan National Key Research and Development Program temuan studi ini pun diterbitkan dalam jurnal Annals of Internal Medicine.

Menurut World Cancer Research Fund International, kanker kerongkongan adalah jenis kanker kedelapan yang paling umum di seluruh dunia.

Menurut Lv, minum teh panas secara teratur dikaitkan dengan kanker kerongkongan pada orang yang juga merokok dan minum alkohol. Dengan demikian menunjuk pada konjungtur kompleks yang menguntungkan untuk perkembangan penyakit ini.

Peningkatan lima kali lipat dalam risiko kanker Kesehatan

Lv dan tim mempelajari hubungan antara minum teh pada suhu yang sangat tinggi dan perkembangan kanker kerongkongan pada populasi di Tiongkok.

Menurut para peneliti, populasi pria kemungkinan besar tidak hanya tertarik pada teh panas, tetapi juga pada rokok dan alkohol.

Kombinasi tembakau, alkohol, senyawa polifenol yang ditemukan dalam teh, dan efek negatif dari minuman yang disajikan pada suhu yang sangat tinggi kemungkinan akan berdampak buruk terhadap kesehatan.

Baca Juga :  6 Manfaat Kopi Hitam Tanpa Gula!

Para peneliti memantau kesehatan peserta dalam studi China Kadoorie Biobank, yang bertujuan untuk mengumpulkan data tentang perkembangan penyakit kronis, termasuk penyakit jantung, kanker, dan diabetes di Tiongkok.

Untuk memastikan konsistensi dari hasil studi mereka, para ilmuwan mengecualikan peserta yang memiliki diagnosis kanker, serta mereka yang telah mengurangi teh, alkohol, dan rokok.

Pada akhirnya, mereka menganalisis data yang bersumber dari 456.155 peserta dewasa berusia antara 30 hingga 79 tahun. Semua perkembangan kesehatan peserta ini kemudian ditindaklanjuti untuk jangka waktu rata-rata 9,2 tahun.

Selama periode ini, 1.731 peserta didiagnosis menderita kanker kerongkongan. Lv dan tim menemukan korelasi positif antara minum teh panas, asupan alkohol secara teratur, dan merokok dengan risiko kanker kerongkongan yang lebih tinggi.

Mereka yang melakukan ketiga kebiasaan ini menunjukkan peningkatan lima kali lipat risiko kanker jenis ini dibandingkan dengan rekan-rekan mereka yang tidak minum teh pada suhu tinggi, minum alkohol, atau merokok.

Individu yang hanya minum teh panas tidak memiliki risiko kanker kerongkongan yang lebih tinggi.

Dengan demikian, hal ini menunjukkan bahwa efek terpadu dari ketiga perilaku tersebut merupakan faktor risiko utama. Berdasarkan temuan tersebut, Lv dan rekan menyarankan orang untuk memilih kebiasaan mereka dengan sangat hati-hati.

Jika para penikmat teh merasa sulit untuk berhenti minum atau merokok sehari-hari, para peneliti menyarankan untuk menghindari minum teh pada suhu yang sangat tinggi.

Sumber: Kompas.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.