Menjelang Lebaran! Masyarakat Parit 3 Membuat Makanan Khas Bugis

Lebaran

TahtaNews.Com.-Memasuki Hari Lebaran umat Islam yaitu Hari Raya Idul Adha (Hari Raya Qurban). Antusias umat muslim dalam memeriahkan Hari Raya Idul Adha dengan menyembelih hewan qurban seperti: Sapi, Kerbau, Kambing dan lain sebagainya.

Selain menyembelih hewan Qurban dalam momentum Hari Raya Idul Adha, juga terdapat aktifitas masyarakat suku Bugis (wajo’) yang kental dengan budayanya dari Sulawesi Selatan.

Budaya dari suku bugis, setiap momentum Hari Lebaran selalu membuat makanan khas yang terbuat dari daun pisang. Akrab dengan sebutan Tumbuk Dan Burasak.

Seperti yang dilakukan oleh keluarga besar Wellu (67), bertempat tinggal dusun Kuala makmur (Parit 3) Desa Suak Labu, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, (Tanjab Barat).

Setiap menyambut momentum Hari Raya Idul Adha, ia bersama keluarga tidak terlupa membuat Tumbuk dan Burasak, bersama anak serta cucu.

Minggu, (18/07/21) Wellu mengatakan, setiap tahun ia berinisiatif untuk mengumpulkan anak dan cucunya, untuk bersama sama membuat Tumbuk dan Burasak. Tujuannya agar selalu memberikan nilai edukasi kepada keluarganya untuk membuat makanan tradisional khas bugis.

“Harapannya supaya besok klw sudah kami yang sudah tua ini tidak ada, ada anak cucu yang melaksanakan pembuatan makanan khas Tumbuk dan Burasak,” ungkap Wellu.

Wellu juga menanggapi, karena sebagian besar penduduk Parit 3 Suak Labu bersuku Bugis. Dengan itu kami secara bersama sama untuk membuat makanan khas tradisonal Bugis ini.

”Ada juga sebagian kecil beberapa kepala rumah tangga Parit 3, yang bersuku banjar dan jawa mereka tidak ikut serta membuat nya, entahlah tahun ini,” kata Wellu.

Wellu mengatakan, pembuatan Tumbuk dan Burasak membutuhkan waktu maksimal selama 3 hari, sebelum hari lebaran tiba. Karena pembuatannya bisa dikatakan cukup rumit.

Baca Juga :  Ketua MPR Tidak akan Membahas Masa Jabatan Presiden dalam Amandemen

bagaimana proses pembuatan Tumbuk dan Burasak Menjelang Lebaran?

Wellu mengatakan, Tumbuk berbahan baku ketan (pulut). Bentuknya bulat dan memanjang menyerupai (Bambu).
Sedangkan Burasak, berbahan baku Beras (nasi). Bentuknya persegi panjang menyerupai seperti (HP).

Ia juga menambahkan, proses pembuatannya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari, dengan cara manual, dan memasak (Rebus) membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam lamanya.

“cukup lama menunggu beberapa jam saat merebus, kira-kira 4 sampai 5 jam, agar masaknya bisa maksimal. Kalau masaknya kurang dari 4 jam maka tidak masak itu burasak sama tumbuk,” ungkap Wellu.

Wellu mengatakan biasanya masak burasak 1 gantang (sekat), dapat 60 bungkus begitupun juga dengan tumbuk.

Kemudian ia berharap semoga selalu dberi kesehatan untuk bisa berjumpa pada tahun yang akan datang, agar bisa bersama keluarga membuat makanan khas suku bugis.