121 Rumah Hangus Di Mendahara, Ini Sikap PMII

Tahtanews.com – Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) ikut berduka akibat kebakaran yang terjadi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada hari Selasa, (08/06/21) yang lalu. Karena kebakaran tersebut, 121 rumah hangus di Dusun Makmur dan Arifin, Desa Mendahara Tengah (Kampung Lama), Kecamatan Mendahara.

Peristiwa kebakaran tersebut membuat sejumlah organisasi dan komunitas yang ada di Tanjab Barat turun menggalang bantuan. Salah satu organisasi yang turut menggalang bantuan adalah Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII). Bentuk aksi terlaksana dalam berbagai bentuk, seperti penggalangan dana, open donasi, dan sebagainya. Hasil dari penggalangan bantuan tersebut akan disalurkan nantinya kepada korban kebakaran.

121 rumah terbakar

Sebagai organisasi pergerakan, PMII (Cabang Tanjab Barat) merupakan wadah atau tempat untuk mengembangkan potensi diri dan menumbuhkan rasa tanggungjawab mahasiswa terhadap kehidupan sosial. Karena itu, PMII perlu turut serta dalam menyelesaikan masalah kemanusiaan, atau paling tidak meringankannya.

Pada Hari Minggu, (13/06/2021) Pengurus PMII Cabang Tanjab Barat berinisiatif melakukan Open Donasi. Hal demikian PMII lakukan sebagai upaya menampung dan menyalurkan bantuan dari masyarakat. Jenis tidak terbatas, bisa berupa uang, pakaian, sembako dan lain sebagainya (selama bantuan itu berupa kebutuhan korban kebaran).

Satria, selaku Wakil Ketua 1 PMII Tanjab Barat menjelaskan alasan mengapa organisasinya ikut turun menggalang bantuan. Ia menyebutkan, bahwa turunnya PMII karena semangat yang sama seperti Ormas, OKP, dan Komunitas yang lain, yaitu karena dorongan kemanusiaan.

Satria mengungkapkan, PMII tidak bisa begitu maksimal dalam menggalang bantuan, karena posisi anggotanya kebanyakan berada di kampung halaman (tidak di Kuala Tungkal), sehingga bentuk penggalangan bantuan tidak langsung turun ke jalan.

Penggalangan Dana Dalam Situasi Pandemi Covid-19

Lebih lanjut, Satria mengatakan bahwa kondisi penularan Covid-19 juga menjadi pertimbangan selain keberadaan anggota yang masih di kampung halaman. Ia mengatakan tidak memungkinkan untuk melakukan kegiatan yang mengundang kerumunan, sehingga Open Donasi (Online) merupakan langkah yang tepat.

Beberapa hari yang lalu masyarakat kembali dikejutkan terkait zona Covid-19 di Tanjab Barat. Kita masuk dalam zona orange, karena banyak masyarakat tertular virus corona. Kita harus terus waspada dengan keadaan ini. Karena itulah kami memilih langkah Open Donasi dalam menggalang bantuan dari masyarakat”, kata Satria.

Ada 121 rumah hangus di Mendahara. Mengetahui kondisi itu, saya sangat berharap kepada sahabat-sahabat agar tetap semangat dalam gotong-royong, membantu saudara kita yang terkena musibah”, tambah Satria.

Selain donasi dari masyarakat, Satria juga berharap kepada anggota, kader dan senior/alumni PMII untuk memberikan rezekinya kepada korban kebakaran.

 Organisasi PMII Menjunjung Tinggi Nilai Kemanusiaan

Satria mengajak seluruh anggota dan kader PMII untuk terus mengasah kepedulian terhadap peristiwa atau permasalah sosial yang terjadi.

Sebagai kaum muda yang intelektual, sudah sepatutnya kita selalu responsif terhadap permasalahan yang terjadi. Selain itu, kita harus terus belajar agar dapat menjadi garda terdepan dalam memecahkan masalah masyarakat“, harap Satria

“Semoga semua OKP dan Ormas Se-Tanjab Barat selalu menumbuhkan jiwa semangat gotong-royong dan menumbuhkan solidaritas dalam menyelesaikan persoalan yang terjadi, baik di daerah sendiri maupun di daerah lain”, tutupnya.