Pasar Jum’at (Sejak Tahun 80-an) Di Parit Deli

Tahtanews.com – Pasar merupakan tempat transaksi penjual dan pembeli, juga sebagai sarana yang menyediakan kebutuhan masyarakat, baik tradisional maupun modern. Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) memiliki banyak titik pasar, salah satunya adalah pasar jum’at, yang letaknya di Kelurahan Betara Kiri (Parit Deli) Kecamatan Kuala Betara.

Pasar Jum’at beroperasi setiap hari jum’at pagi sekitar pukul 07.00 WIB sampai pukul 10.00 WIB. Puncak ramai pembeli pada pukul 09.00. Karena pasar ini pada umumnya menyediakan kebutuhan-kebutuhan pokok rumah tangga, sehingga kebanyakan pembeli berstatus sebagai IRT (Ibu Rumah Tangga).

Pada Jum’at (11/06/21), Rosnania IRT (40) membenarkan, bahwa yang tersedia adalah kebutuhan rumah tangga, setiap satu minggu sekali membeli kebutuhan dapur, seperti cabe, bawang, sayur-sayuran, ikan asin, teri dan lain sebagainya.

”saya sering membeli kebutuhan pokok yang kira-kira untuk persediaan satu minggu yang akan datang”, kata Rosnania.

Rosnania menyebutkan, calon pembeli hanya berasal atau bertempat tinggal pada wilayah Parit Deli saja. Karena akses jalan sangat susah menuju desa-desa sekitar. Sementara, kata Rosnania, untuk penjual kebanyakan berasal dari Kuala Tungkal.

”kadang setelah sholat subuh mereka pedagang sudah siap-siap berberes untuk menjual barang dagangannya”, ungkap Rosanania.

Keamanan Pasar Jum’at Saat Beroperasi Selama 13 Tahun

Hanafi (55) merupakan BANPOL (Bantuan Polisi) Parit Deli. Ia menegaskakan bahwa, selama hampir 13 tahun ini belum ada terjadi hal-hal yang tidak diinginkan antara penjual dan pembeli.

awal saya menetap pindah kesini pada tahun 2008 sampai sekarang. Alhamdulillah belum ada terjadi hal yang tidak terkendali“, tegas Hanafi.

Sejarah Singkat Beroperasinya Pasar Jum’at Menurut Warga Sekitar

Uncung (65) merupakan salah satu warga asli Parit Deli mengatakan bahwa dulu kisaran tahun 80-an, sudah ada pasar jum’at ini. Akan tetapi pada waktu itu transaksi jual-beli hanya warga Parit Deli saja.

Baca Juga :  Pembangunan Perpustakaan Habiskan Dana 9,7 M, GMNI Inhil : Jangan Sampai Hanya Jadi Pajangan!

”saat itu setiap hari jum’at orang-orang berkerumun di sini penjual dan pembeli barang dagangan mereka hasil panen daerah ini, tanaman hasil petani Parit Deli,” kata Uncung.

Uncung mengatakan bahwa sekitar tahun 2000-an, barulah penjual dari luar berdatangan ke pasar jum’at (Parit Deli), hingga saat sekarang ini masih ada.

”dulu masyarakat ujung Parit Deli kerap menggunakan sampan (perahu) untuk mempermudah akses ke pasar Parit Deli,” tangkas Uncung.

Namun Uncung berharap, kedepan ada pembangunan merata, terutama jalan agar masyarakat desa tetangga bisa berbelanja dengan mudah.