Pembangunan Yang Tidak Sesuai Dengan Harapan, Buat Warga Resah!

Tahtanews.comPemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) terus melakukan pembangunan demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Akan tetapi, sejauh ini masih banyak pembangunan yang tidak sesuai dengan harapan, sehingga banyak masyarakat yang merasa resah dengan pembangunan yang ada.

Salah satu pembangunan yang sering membuat masyarakat resah adalah infrastruktur, khususnya jalan setapak (beton). Kelurahan Betara Kiri Kecamatan Kuala Betara mungkin bisa menjadi contoh konkrit atas pembangunan yang tidak maksimal.

Jalan setapak (beton) di Kelurahan Betara Kiri merupakan akses jalan dari Kelurahan Betara Kiri ke desa-desa tetangga dalam wilayah Kecamatan Kuala Betara. Jalan tersebut memiliki 3 (tiga) akses, yaitu: Parit Palembang RT 05, Parit Tagi RT 08, dan Kampung Tengah Rt 07. Tetapi, masyarakat hanya dapat mengakses jalan dari 2 (dua) bagian saja, yaitu Parit Palembang dan Parit Tagi, karena jalan dari Kampung Tengah tidak ada pembangunan.

Masyarakat setempat mengaku masih gelisah, karena terhitung enam bulan yang lalu jalan setapak Parit Palembang dan Parit Tagi tersebut tidak pernah utuh sebagai jalan beton (hampir sebagian masih tanah). Beberapa masyarakat juga mengakui bahwa sampai saat ini belum ada kabar kelanjutan pembangunannya.

Jalan yang tidak utuh tersebut membuat masyarakat setempat kesulitan menuju ke desa tetangga. Jalan juga akan semakin parah apabila terjadi hujan, karena ada bagian jalan yang masih tanah liat.

Alasan Pembangunan Jalan Yang Tidak Sesuai Dengan Harapan

Salah seorang warga Parit Palembang, Iyan (32) menjelaskan alasan pembangunan jalan setapak Parit Palembang dan Parit Tagi itu tidak utuh. Menurut Ivan, dua RT dari masing-masing parit bersikukuh dalam keinginan (pembangunan jalan), sehingga masing-masing wilayah (RT) hanya dapat sebagian saja.

”Waktu itu pak RT Parit Palembang dan Parit Tagi saling bersikeras untuk membangun jalan setapak itu. Tidak ada yang mau mengalah, akibatnya pelaksanaan jalan itu terbagi dua wilayah,” jelas Iyan.

Iyan juga mengatakan bahwa beberapa hari yang lalu dirinya bersama Pak RT Parit Palembang mengukur panjang sebagian jalan yang masih tanah liat. Hal itu dilakukan agar bisa merencanakan pembangunan tahap selanjutnya.

” saya dan pak RT Parit Palembang kemarin mengukur jalan sisa realisasi tahun kemarin,” Kata Iyan.

Terdapat perbedaan anggaran pembangunan jalan setapak (beton) yang ada pada dua wilayah (RT) Parit Palembang dan Parit Tagi. Sulaiman (35) salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Betara Kiri menjelaskan, bahwa pembangunan jalan setapak beton pada masing-masing wilayah itu memiliki perbedaan anggaran.

Untuk Parit Palembang memakai anggaran Kelurahan Betara Kiri, sementara Parit Tagi memakai anggaran APBD,” jelas Sulaiman.

Ia juga mengatakan perpanjangan pembangunan jalan setapak itu akan segera terealisasi dalam waktu dekat.

”Saya akan kawal terus untuk pembangunan ini. Demi tempat kita ini,” tegas Sulaiman.