Gerhana Bulan Total, Masyarakat Betara Kiri Sholat Sunnah

Fenomena Gerhana Bulan total terjadi pada hari Rabu, (26/05/2021), saat menjelang sholat magrib, pukul 18.00  sampai ba’da sholat isya pukul 19.45 wib.

Masyarakat Kelurahan Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat  melaksanakan  Sholat Gerhana usai melaksanakan sholat magrib berjamaah.

Sebelum Sholat Gerhana Bulan terlaksana, Ust Abdurrahman (30) selaku tokoh agama menyampaikan beberapa hal. Lebih dahulu ia menjelaskan tentang cara Sholat Gerhana kepada jama’ah masjid An-Nur.

Abdul Hadi selaku tokoh agama, bertindak sebagai imam, Ust Rudiansyah selaku tokoh agama bertindak sebagai khotib, Asnawi bertindak sebagai pembaca tahlil beserta do’a.

Usai melaksnakan Sholat Gerhana, Ust Rudiyansyah menyampaikan dalam khotbahnya.

Hari ini kita melihat fenomena alam berupa Gerhana Bulan, sebagai bukti kebesaran Allah. Dengan menciptakan bulan sebagai cahaya,matahari sebagai sumber cahaya dan Allah menciptakan  alam semesta ini. inilah tanda kebesaran Allah bagi orang-orang yang berfikir,” ungkap Rudiansyah.

“Nabi Muhammad juga memerintahkan kepada kita kita bahwa bila terjadi gerhana untuk segera berdo’a kepada Allah,mendirikan sholat sunnah gerhana ,bertakbir,bersedekah,” sambungnya.

Rudiyansyah juga mengingatkan kepada jama’ah agar selalu takut akan terjadi hari kimat, atau azab karena dosa-dosa yang diperbuat.

Akhir khutbah ia menegaskan kepada jamaah agar semua bersama-sama menyiapkan bekal untuk di akhirat nanti yaitu dengan bertaqwa kepada Allah Swt.

Keyakinan Masyarakat Kelurahan Betara Kiri Tentang Gerhana Bulan

Masyarakat Kelurahan Betara kiri memiliki keyakinan khusus saat terjadi Gerhana Bulan. Keyakinan tersebut berkaitan dengan perempuan yang sedang hamil, sehingga si perempuan (hamil) harus melakukan hal-hal tertentu.

Dalam kepercayaan masyarakat Betara Kiri mengharuskan perempuan hamil menutup perutnya dengan wajan atau masuk kedalam jala ikan.

Karena jika tidak, maka cabang bayi kelak kalau sudah lahir akan mengalami kecacatan. Banyak kecatatan yang bisa terjadi, seperti: bertanda hitam pada bagian-bagian tubuh bayi tersebut.

Saknah selaku ibu rumah tangga membenarkan fenomena tersebut. Ia pernah menyaksikan anak lahir dengan kaki hitam sebelah akibat ibunya tidak mengikuti keyakinan itu.

Waktu itu saya melihat lahiran anak saudara saya, pas begitu begitu lahir, kakinya itu hitam sebelah. Tak lama ibu si anak ini mengatakan bahwa waktu gerhana terjadi ia lupa menutup perutnya dengan wajan,” ungkapnya.

 “Maka menurut kepercayaan kami, perempuan-perempuan yang hamil harus menutup perutnya dengan wajan atau jala ikan. agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkap Saknah.

Baca Juga : Besok! Gerhana Bulan Total