Hujan Deras, Nelayan Betara Kiri Gagal Mencari Nafkah

Tahtanews.com – Hujan deras mengakibatkan masyarakat yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan di Kelurahan Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara Kabupaten Tanjung Jabung Barat gagal mencari nafkah.

Sabtu dini hari (22/05/2021), sekitar dari pukul 02.40 (malam) hingga pukul 11.30 (siang), hujan deras terus menerus mengguyur, mengakibatkan masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan ini terpaksa menunda niatnya untuk mencari udang nenek di laut.

Masyarakat kelurahan Betara Kiri yang sebagian besar berpenghasilan sebagai nelayan udang nenek (ketak) harus mengurungkan niatnya pergi kelaut. Sebab hal ini berdampak buruk bagi keselamatan apabila nelayan memaksakan untuk pergi kelaut. Karena banyak hal yang tak terduga di laut saat cuaca seperti ini. Seperti ombak dan badai  yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

Hal itu di benarkan oleh Nani, salah satu masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan daerah Betara Kiri tersebut. Karena baru-baru ini, sekitar 7 bulan yang lalu satu orang nelayan meninggal dunia akibat memaksakan diri kelaut dengan cuaca seperti ini  ungkapnya.

Tetapi Nani menegasakan kembali bahwa, tidak semua para nelayan mengurungkan niatnya. Ada beberapa nelayan yang juga nekat untuk pergi kelaut dengan alasan menafkahi keluarganya.

“Namun apabila sudah sampai kelaut terjadi hujan, kami tetap membentang jaring kami sampai hujan itu reda sendiri, tetapi jika ombak besar menghantam pompong kami, maka kami lebih memilih untuk pulang kembali kerumah”, ujar Nani.

Hujan Deras, Nelayan Daerah Betara Kiri, Kecamatan Kuala Betara, Kabupaten Tanjung Jabung Barat Gagal Mencari Nafkah

Nani juga menyebutkan untuk jadwal keberangkatan nelayan sendiri mengikuti jadwal pasang dan surut air laut. Apabila air pasang pagi, maka para nelayan harus berangkat pada waktu subuh hari. Dan apabila air pasang diwaktu subuh, maka nelayan harus berangkat kelaut di waktu malam hari. Dan jika pasangnya malam hari, maka nelayan harus berangkat pada waktu sore hari. Begitulah jadwal keberangkatan nelayan tersebut, tutur Nani.

Adapun persediaan bahan bakar pompong, para nelayan udang nenek biasa memerlukan minyak solar sebanyak lebih dari 6 liter untuk satu kali pergi melaut. Pakan udang nenek berupa jenis-jenis ikan, seperti pare, anak hiu, belut, dan lainnya. Kira-kira modal yang di habiskan untuk para nelayan kelaut berjumlah kurang lebih Rp.100.ooo,- (Seratus Ribu Rupiah) tandasnya.

Selanjutnya sampai kelaut, biasanya membutuhkan waktu satu jam lebih membentang jaring sampai udang nenek sangkut, lalu menarik jaring ke pompong.

“Terkadang bila dapat ikan tersangkur dalam jaring, kami menjadikannya sebagai umpan untuk turun kelaut selanjutnya”, kata Nani, Sabtu (22/05/2021).

Pewarta : Satria

baca juga : Idul Fitri Ke-4, Begini Suasana Penyebrangan Kuala Indah-Sungai Gebar