Idul Fitri Ke-4, Begini Suasana Penyebrangan Kuala Indah-Sungai Gebar

Tahtanews.com – Pada Lebaran Idul Fitri ke-4, Minggu (16/05/2021) masyarakat Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) masih antusias berkunjung kerumah tetangga, sanak saudara, teman, dll. Perjalanan lebaran pada masa Covid-19 tidak menghalangi keinginan masyarakat untuk bertamu dan bermaaf-maafan, meski harus mematuhi beberapa ketentuan yang berlaku selama pandemi.

Sangking antusiasnya, terlihat banyak pengguna transportasi penyebrangan dari dermaga Desa Kuala Indah ke Desa Sungai Gebar (sebaliknya). Karena terlalu padat, masyarakat yang menggunakan jasa penyebrangan harus rela mengantri. Penyedia jasapun akhirnya harus menyeberangkan penumpang dan barang lebih banyak dari kapasitas muatan biasanya, agar dapat menampung banyaknya pengguna jasa. Bahkan sekali menyeberang, perahu sampai mengangkut beban 10 motor.

Meski jumlah pengguna meningkat, biaya penggunaan jasa penyeberangan tetap seperti biasanya, yaitu Rp. 10.000 sekali berangkat (nyeberang).

Idul Fitri Ke-4, Intensitas Penyeberang Dan Peningkatan Ekonomi Kuala Indah-Sungai Gebar

Penyeberangan memang harus terjadi atau tidak bisa terelakkan, bila masyarakat ingin menuju Desa Sungai Gebar (Kec. Kuala Betara) melalui pelabuhan Desa Kuala Indah (Kuala Tungkal-Kec. Tungkal Ilir) ataupun sebaliknya. Karena, Sungai Betara memisahkan kedua desa tersebut.

Karena keterpisahan wilayah tersebut, beberapa masyarakat Desa Kuala Indah menjadikan jasa penyebrangan sebagai sumber penghasilan yang potensial. Apalagi pada masa/moment tertentu seperti hari raya lebaran (Idul Fitri dan Idul Adha) jumlah pengguna jasa bisa meninggkat bahkan mencapai 2 hingga 3 kali lipat dari hari-hari biasa.

Kalau pada hari-hari biasa, pengguna jasa penyeberangan tidak sampai full kapasitas atau hanya berkisar 1 hingga 5 pengguna saja untuk sekali nyeberang. Bahkan, dalam sehari (pada hari biasa) bisa hanya sekali atau dua kali menyeberang saja.

Lestari, salah seorang masyarakat yang tinggal pada area sekitar pelabuhan mengatakan, bahwa setiap lebaran Idul Fitri atau Idul Adha, pelabuhan selalu dipenuhi masyarakat yang ingin nyebrang.

Apalagi puncak ramainya penumpang tu pada lebaran pertama dan ke dua,” kata Lestari.

Untuk diketahui, bahwa selain jasa penyeberangan terdapat pula jasa penitipan motor untuk pengguna yang tidak ingin membawa motornya. Biaya penitipan motor tidak memiliki tarif tertentu, atau masyarakat biasa menyebutnya dengan istilah sukarela.

(Penulis: Tria)

Baca Juga: Airlangga: Ekonomi RI Bisa Tumbuh 7 Persen di Kuartal II 2021